epicwin138
epicwin138
epicwin138
Mbah Slamet Tewaskan 12 Korban, Ini Pemicu Pembunuhan Berantai Menurut Para Ahli

Mbah Slamet Tewaskan 12 Korban, Ini Pemicu Pembunuhan Berantai Menurut Para Ahli

Read Time:2 Minute, 7 Second

Jakarta

Slamet Tohari, korban dukun penghasil uang Mbah Slamet di dalam Banjarnegara Sejauh ini, 12 orang telah diidentifikasi. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, diketahui bahwa korban dicekik oleh Sang pembunuh berantai. Sejujurnya, apa yang ada di pikiran seorang pembunuh berantai seperti dia?

Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi mengatakan, korban laki-laki berusia 40-50 tahun dan perempuan berusia 25-35 tahun. “Hasil pengungkapan medis mereka mati lemas, tidak ada unsur kekerasan,” kata Luthfi di Mapolda Jateng, dilansir detikJateng, Rabu (5/4).

Sepanjang sejarah, banyak bermunculan pembunuh berantai, termasuk di Indonesia. Salah satu pertanyaannya adalah apakah pembunuh berantai ini muncul karena faktor alam atau genetik, atau dipicu oleh faktor lingkungan?

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

“Kita belum cukup tahu. Argumen saya yang paling mendasar adalah bahwa ini merupakan bagian intrinsik dari mekanisme bertahan hidup manusia, bahwa kita memiliki kapasitas untuk membunuh berulang kali. Naluri pembunuh tidak dimoderasi oleh bagian otak kita yang lebih intelektual, kata Peter Vronsky, sejarawan dan penulis buku Sons of Cain, A History of Serial Killer from Stone Age to the Present dikutip detikINET dari Guardian, Kamis (6/4/2023).

Menurutnya, kebanyakan orang tidak menjadi pembunuh karena didikan dan sosialisasi yang baik. “Yang tersisa adalah makhluk-makhluk yang tidak sepenuhnya bersosialisasi, mampu menyerang dan membunuh,” tambahnya.

“Banyak pembunuh berantai penyintas trauma masa kanak-kanak yaitu pelecehan fisik atau seksual, disfungsi keluarga, orang tua yang jauh atau tidak hadir secara emosional. Trauma adalah satu-satunya tema yang berulang dalam biografi kebanyakan pembunuh.”

Tetapi bahkan itu bukanlah hal yang pasti. “Ted Bundy (pembunuh berantai Amerika) adalah contoh klasik. Tidak ada yang benar-benar menemukan bukti trauma masa kanak-kanak dalam skala yang dramatis. Namun dia tumbuh dengan keyakinan bahwa ibunya adalah saudara perempuannya,” kata Peter.

Di Kanada, ada seorang komandan Angkatan Udara yang menjadi pembunuh berantai. Dia terbang untuk mengawal perdana menteri, mengunjungi pejabat, lalu tiba-tiba berusia 40-an melakukan dua pembunuhan bermotivasi seksual. “Dia adalah misteri. Tidak ada apa pun di masa kecilnya untuk menjelaskan perilakunya. Ada juga yang aneh yang mulai dia bunuh saat sudah tua,” tambah Peter.

Memang hampir semua pembunuh berantai memiliki trauma masa kecil. Tapi masalahnya adalah jika 100 anak tumbuh di panti asuhan yang kejam, dan salah satunya ternyata menjadi pembunuh berantai, bagaimana dengan 99 anak lainnya? Mereka tidak tumbuh menjadi pembunuh berantai. Apa faktor X yang hilang?

“Saya merasa tanggung jawab jatuh pada mereka yang bersalah dalam hal ini. Pembunuh berantai memilih untuk bertindak berdasarkan dorongan hati mereka,” katanya.

Tonton Video “Silent Witness Sandal-Hairpin di Wowon Serial Killer ‘Tomb’ Hole”
[Gambas:Video 20detik]

(fyk/fay)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
2 Instruksi Jokowi kepada Erick Thohir usai RI membatalkan kejuaraan Piala Dunia U-20 Previous post Tanggapan Erick usai Timnas U-22 Indonesia masuk Grup A SEA Games 2023
Kemacetan seperti 'Neraka', hindari mudik Lebaran ini Next post Kemacetan seperti ‘Neraka’, hindari mudik Lebaran ini