epicwin138
epicwin138
epicwin138
Wow!  Digitalisasi Pembayaran di RI Semakin Meningkat, Ini Buktinya

Wow! Digitalisasi Pembayaran di RI Semakin Meningkat, Ini Buktinya

Read Time:2 Minute, 17 Second

Bali, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) mengungkapkan bahwa transaksi digital merupakan kebutuhan bagi seluruh masyarakat di dunia. Oleh karena itu, transaksi ke depan tidak lagi menggunakan uang, melainkan dilakukan secara digital.

Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Filianingsih Hendarta menjelaskan, di masa pandemi preferensi seseorang untuk bertransaksi berkembang ke arah digital, misalnya dengan pembayaran digital melalui QR dan perbankan digital.

“Kita semua sepakat bahwa masa depan uang dan masa depan pembayaran diadopsi secara digital,” jelas Filianingsih, dalam Seminar Tingkat Tinggi From ASEAN to the World: Payment System in The Digital Era di Bali Nusa Dua Convention Center, Selasa (28/8). /3/ 2023).

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

Lebih lanjut, Filianingsih mengungkapkan, saat ini semua orang tidak memiliki ruang untuk hanya duduk dan menunggu, sedangkan kemajuan teknologi telah memberikan upaya yang baik untuk meningkatkan kecepatan pembayaran, keamanan, dan memberikan mereka akses ke layanan keuangan.

Kemajuan teknologi seharusnya dapat digunakan oleh semua orang dalam transaksi pembayaran, tidak hanya untuk pembayaran dalam negeri, tetapi juga untuk transaksi lintas batas.

Foto: Pembeli membayar belanjaannya menggunakan aplikasi pembayaran digital QRIS (QR Code Indonesian Standard) untuk transaksi perdagangan di pasar Badung, Denpasar, Bali, Selasa (30/8/2022). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Pembeli membayar belanjaannya menggunakan aplikasi pembayaran digital QRIS (QR Code Indonesian Standard) untuk transaksi perdagangan di pasar Badung, Denpasar, Bali, Selasa (30/8/2022). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Di Indonesia, sistem pembayaran digital terus meningkat baik dari sisi volume maupun nilai transaksi, sejak 2020 hingga 2022. BI mencatat, QRIS pada 2020 mencapai 124 juta transaksi dengan nilai Rp. 8,2 triliun. Kemudian meningkat menjadi 375 juta transaksi pada 2021 dengan nilai transaksi Rp 27,73 triliun.

Pada tahun 2022 volume dan nilai transaksi di QRIS meningkat signifikan menjadi 993 juta transaksi dengan nilai transaksi Rp 98,45 triliun. Kemudian di perbankan digital, pada tahun 2020 volumenya mencapai 4,9 juta transaksi dengan nilai mencapai Rp. 27,35 triliun meningkat menjadi 7,7 juta transaksi dengan nilai mencapai Rp. 40,8 triliun pada 2021. Terus melonjak pada 2022 dengan volume mencapai 11,7 juta transaksi dengan nilai Rp 52,37 triliun.

Sedangkan untuk transaksi uang elektronik (e-money), volume transaksi pada tahun 2020 sebanyak 204 juta transaksi dengan nilai Rp4,6 triliun meningkat menjadi 293 juta transaksi dengan nilai mencapai Rp5,4 triliun pada tahun 2021. Pada tahun 2022, volume transaksi pada e -uang mencapai 397 juta, dengan nilai Rp. 6,8 triliun.

“Indonesia merupakan negara dengan hampir 70% penduduk usia produktif yang terdiri dari usia 15-64 tahun. […] Indonesia hadir, maraknya digitalisasi pembayaran sangat luar biasa, dengan cetak biru sistem pembayaran Indonesia 2025 yang merupakan game changer bagi Indonesia,” jelas Filianingsih.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

BI Putar Otak Kembalikan Rupiah ke Level Rp. 15.000/US$

(cap/wur)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Admin Situs Hacker BreachForums Menghasilkan Rp 15 Juta Per Hari Previous post Admin Situs Hacker BreachForums Menghasilkan Rp 15 Juta Per Hari
Kisah Sedih Penyanyi Sania, Baru Menikah 2 Tahun, Suaminya Meninggal Next post Kisah Sedih Penyanyi Sania, Baru Menikah 2 Tahun, Suaminya Meninggal